Pemandu Wisata

httpoptions4mobility-com-au

httpoptions4mobility-com-au

Di sebelah kiri, biri-biri berpacu
Di sebelah kanan, pepohonan berlalu
Dengarkah deru debur ombak?
Ya, kita sampai di pantai beriak
Siapkan tongkat, jejakkan cepat, di sini aku menunggu

Fantasi

dorong    “Apa sinterklas itu benar-benar ada?” tanya Story sambil melihat ke luar menembus kaca jendela ruang tamu yang sempit.
“Itu cuma fantasi,” jawabnya sambil jongkok membelakangi ruang tamu.
“Fantasi? Apa itu fantasi?” tanya Story sambil masih melihat ke luar jendela. Kepalanya tiba-tiba bergerak refleks ke belakang. Baca lebih lanjut

Sosial Media

“Ke mana saja kamu? Kita lama gak ketemu, ya,” kata Nelli.
“Aku masih di Jakarta.”
“Kenapa gak pernah ikut kumpul sama kami.”
“Kami?”
“Maksudku teman-teman SMA kita. Nia, Opie, Mega, Emil tanya kabarmu. Mana aku tahu.”blogs.lynn.edu NoSocialMedia-300x200
“Kamu sering ketemu mereka, Nel?”
“Ya. Kami bertemu di internet. Minta pin BB kamu. Kamu masuk di grup BBM kita, ya.”
“BBM? Aku gak punya BB.”
“Akun FB?”
“Facebook? Gak ada juga.”
“YM? WhatsApp? Twitter?”

Baca lebih lanjut

Memorabilia

Dia mendapat hadiah ulang tahun dari ayahnya. Sebuah sepeda. Sesuatu yang sangat ia inginkan meskipun ia belum bisa mengendarai sepeda. Sebuah sepeda mini dengan tambahan dua roda kecil untuk berlatih keseimbangan merupakan pilihan yang tepat untuk anak usia 5 tahun yang ingin belajar mengayuh sepeda.
“Ini sepedaku. Gak boleh ada yang naik. Sepeda ini cuma buatku,” Story berkata kepada Kaka, kakaknya.
“Kamu gak bisa naik sepeda! Biar aku yang kayuh dan kamu bonceng di belakang,” kata Kaka.
Gak. Aku mau belajar naik sepeda.”
Gak. Kamu gak bisa. Aku mau naik sepedamu,” kata Kaka sambil mencoba mengambil sepeda itu.
Baca lebih lanjut