Panggil Aku Ismail

Ibu dan Pak Dursley, privethpyang tinggal di Privet Drive nomor empat bangga menyatakan diri bahwa mereka orang-orang normal, terima kasih banyak.

Lalu, mengapa mereka suka duduk-duduk di depan rumah mereka? Di jalanan? Di bangku plastik? Piknik atau apa? Jalanan di Privet Drive ini tidak cukup lebar dan tubuh besar mereka selalu saja menghalangi mobil saya setiap kali mau melintas. Mereka membuat saya berbalik arah dan masuk ke rumah saya dari arah yang berlawanannya. Terima kasih banyak.

Bu Dursley suka menyemprot daun-daun gugur di halamannya dengan selang air. Bahkan sehelai daun pun dia semprot dengan berliter-liter air. Dan yang lebih menyebalkan, suaminya itu, Pak Dursley yang suka menyemprot tempat sampah saya dengan air seni alias suka buang air kecil sembarangan. Terima kasih banyak.

“Kok kamu bisa betah tinggal di Privet Drive nomor 3?” tanya teman saya.
“Kamu tertarik? Bagaimana kalau kita tukar tempat?”
“Idih! Terima kasih banyak.”

(bersambung)

Iklan

One thought on “Panggil Aku Ismail

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s