Jumat Teraneh

“Story! Hey, Story!”
“Apa? Story? Apa maksud Anda?”
“Saya memanggilmu, Story!”
“Anda memanggil seseorang? Dengan Story? Story itu nama?”
“Jangan bercanda! Kerjakan saja tugasmu segera! Berhenti bernyanyi!”
Bos Story berkata dengan marah dan masuk ke dalam ruangannya.
“Apa sih maksud dia? Hey, Mbak. Halo, Mbak. Sstt. Apa maksud ibu tadi? Tunggu, tunggu! Apa-apaan ini? Di mana saya? Saya bicara dengan bahasa apa ini? Siapa kamu?”
“Story, kamu sakit? Bos minta kamu kerjakan tugasmu! Kerjakan saja, Story! Berhentilah bernyanyi!” kata Santi.
“Story? Kamu memanggil saya Story? Saya? Saya Justin Beiber, tahu!” kata JB.
“Lihat cermin nih! Jangan sinting,” kata Santi.
“Apaaaaaaa! Aaaaaagh! Tidaaaaaaaaak!” JB berteriak.
horizontal_dividerJB lari ke arah dinding cermin. Dia tak mempercayai apa yang dia lihat. Dia berkata sambil berteriak, “Saya Justin Beiber!”, tapi tak seorang pun percaya karena dia adalah JB di dalam tubuh Story. Dia lari ke pintu dan keluar kantor.
“Mana manajer saya? Ini gila! Scooter Braun!” JB berteriak.
“Masukkan dia ke dalam kantor,” Bos minta petugas keamanan memasukkan dia ke dalam kantor.
horizontal_dividerJB tak dapat melawan. Dia duduk di kursi Story, di depan komputer Story, bengong. Dia tak tahu harus berbuat apa. Bos mendatanginya.
Deadline, Story! Sekarang hari Jumat! Saya mau tulisanmu hari ini!” kata Bos.
“Apa menurut Anda keadaan ini akan normal lagi setelah saya membuat sesuatu untuk Anda? Tolong bantu saya kembali ke kondisi normal,” JB bersedih.weheartit.com large
“Pasti! Tulisanmu adalah dunia normalmu,” Bos berkata dan masuk ke ruangannya.
JB memandangi layar komputer. Dia mendapat ide. Googling. Dia mengetik “Justin Bieber”. Google tidak memberi hasil untuk pencarian kata itu. Tidak ada data tentang Justin Bieber. Dia tidak mempercayainya. Dia mengetik kata “Baby”, “As Long As You Love Me”, “One Time”, “Mistletoe”, “Eenie Meenie”, Boyfriend”, tapi tak satu pun hasil pencarian yang berhubungan dengan dirinya.
horizontal_divider“Hey, Mbak! Kamu tahu Justin Bieber, ‘kan?” tanya JB.
“Tidak,” jawab Santi.
“Hey, Mbak. Kamu tahu lagu ini? Baby, baby, baby oooh. Like baby, baby, baby nooo. Like baby, baby, baby oooh. I thought you’d always be mine, mine,” JB menyanyikan lagunya dan menari di depan Santi. Santi bingung melihatnya.
“Tidak! Tolong, berhenti. Saya perlu konsentrasi,” kata Santi.
“Apa-apaan ini? Tempat macam apa ini? Saya berada di negeri antah berantah!” kata JB.
“Hey, jangan bicara seperti itu! Kamu dapat uang dari negeri antah berantah ini tahu!” kata Santi.
horizontal_dividerJB tertekan. Dia mengambil spidol dari tempat pensil Story. Dia mulai mencoret-coret grafiti di meja Story, menulis namanya di meja.
“Hey, apa yang kamu lakukan?” Santi berteriak.
Bos menghampirinya dan marah, “Cari mati kamu! Kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu! Saya potong gajimu dan sekarang kamu harus membersihkan mejamu sebelum makan siang!”
“Makan siang! Ya! Saya lapar! Makan siang, tolong!” kata JB.
“Ambil thinner atau sesuatu di gudang dan bersihkan mejamu! Jangan istirahat sebelum kamu selesai membersihkannya,” Bos berkata dan masuk ke dalam ruangannya lagi.
horizontal_dividerSatu jam berlalu. JB selesai membersihkan mejanya, tapi waktu istirahat juga sudah selesai.
“Ya Tuhan, saya lapar. Hey, Mbak. Saya mau makan siang, bagaimana caranya?” tanya JB.
“Bisa gak kamu gak panggil aku “Mbak”? Kamu kenapa sih hari ini? Story, kamu sendiri yang katakan kamu sedang diet. Kamu biasanya tak makan siang. Sekarang, kamu lapar? Waktu istirahat sudah habis,” kata Santi.
“Hey, jangan ngobrol! Deadline, Nona-Nona! Sekarang Jumat!” Bos teriak dari dalam ruangannya.
“Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku tulis? Aku harus menulis sesuatu supaya aku bisa kembali ke dunia nyata,” kata JB pada dirinya sendiri.
horizontal_dividerEmpat jam berlalu. JB sudah selesai dan menyerahkan tulisannya kepada Bos. Bos membacanya.
“Itu tulisan saya. Jadi, sekarang kembalikan saya ke dunia saya,” kata JB.
“Bagus. Saya suka topiknya. Seorang anak laki-laki mengunggah videonya di Youtube, lalu jadi penyanyi terkenal. Tapi apa yang terjadi dengan bahasamu? Berantakan sekali! Tapi setelah melewati hari Jumat yang gila ini, saya dapat terima tulisanmu. Setidaknya kamu sudah mencoba untuk bertanggung jawab. Kamu boleh pulang sekarang. Semoga cepat sembuh. Terima kasih,” kata Bos.
Ketika Bos berkata “Terima kasih”, keadaan kembali normal. JB kembali ke dunianya. Story kembali ke kehidupannya.

Iklan

One thought on “Jumat Teraneh

  1. Ini adalah tulisan #109 saya dalam program WordPress’ 365 Days of Writing Prompts.
    #109 April 19 Freaky Friday: If you could be someone else for a day, who would you be, and why? If that seems too easy, try this one: who would you like to have spend a day as you and what do you hope they’d learn from the experience?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s