Memorabilia

Dia mendapat hadiah ulang tahun dari ayahnya. Sebuah sepeda. Sesuatu yang sangat ia inginkan meskipun ia belum bisa mengendarai sepeda. Sebuah sepeda mini dengan tambahan dua roda kecil untuk berlatih keseimbangan merupakan pilihan yang tepat untuk anak usia 5 tahun yang ingin belajar mengayuh sepeda.
“Ini sepedaku. Gak boleh ada yang naik. Sepeda ini cuma buatku,” Story berkata kepada Kaka, kakaknya.
“Kamu gak bisa naik sepeda! Biar aku yang kayuh dan kamu bonceng di belakang,” kata Kaka.
Gak. Aku mau belajar naik sepeda.”
Gak. Kamu gak bisa. Aku mau naik sepedamu,” kata Kaka sambil mencoba mengambil sepeda itu.
Baca lebih lanjut

Iklan

Penelepon Tak Dikenal

harajukumatt.deviantart.comSaat itu waktu menunjukkan pukul 2 malam. Story tengah asyik dalam tidur lelapnya ketika tiba-tiba teleponnya berbunyi. Dia membuka matanya. Dia sebenarnya enggan menerima telepon pada jam malam seperti itu. Telepon tengah malam biasanya membawa kabar duka: saudara sakit keras atau meninggal. Dia mengangkat telepon perlahan-lahan. Dia ingin mendengar dulu suara penelepon.
“Halo. Halo.”
Baca lebih lanjut